Thursday, August 1, 2019

Mengenal Logisly, Startup Logistik yang Dukung Pertumbuhan UKM

Sektor logistik merupakan salah satu sektor yang berkembang pesat di Indonesia. Seiring dengan kemajuan teknologi, Logisly didirikan untuk menjembatani pengguna jasa truk dengan ribuan truk milik pengusaha kecil dan menengah (UKM).

Logisly merupakan perusahaan e-forwarding rintisan yang mempertemukan pengguna (shipper) dan penyedia jasa (transporter) logistik. Kendati baru saja dirintis, pengguna jasa Logisly ternyata cukup banyak lho. Apa saja sih keunggulan Logisly?

Logisly, Startup Logistik

1. Logisly berhasil menjaring 5000 truk sejak beroperasi
Sejak beroperasi di awal April 2019 hingga bulan Juli 2019, telah ada lebih dari 5000 truk dalam jejaring Logisly. Mayoritas dari pengusaha truk tersebut adalah UKM yang telah diverifikasi melalui platform digital. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan utilisasi, otomasi dan transparansi dalam supply chain management, dan mengoptimalkan biaya logistik.

Melalui teknologinya, Logisly memungkinkan para pengusaha truk UKM untuk mendapatkan order dari shipper di jejaring Logisly, serta memperbaiki cash flow yang lebih terjaga melalui sistem pembayaran Logisly.

"Logisly didirikan dengan semangat berkontribusi pada sektor logistik di Indonesia. Logistik adalah salah satu sektor yang terus tumbuh sejalan dengan pemanfaatan teknologi. Selain itu, berperan strategis dalam mendukung pertumbuhan sektor lain seperti e-commerce," ungkap Co-Founder dan CEO Logisly, Roolin Njotosetiadi saat peluncuran Logisly di Jakarta, Rabu (31/7).

2. Logisly membantu UKM truk dalam manajemen bisnis
Roolin mengatakan, sektor logistik di Indonesia adalah sektor yang selalu bertumbuh sesuai dengan kenaikan manufaktur maupun e-commerce. Sering kali truk berjalan tanpa muatan atau di pool saja, tidak mendapat order. Manajemen di perusahaan UKM truk juga banyak yang masih bersifat manual.

"Untuk itu, Logisly hadir dengan platform teknologi untuk meningkatkan utilisasi truk, dan ke depannya membantu UKM truk dalam manajemen bisnisnya. Harapan kami, sektor logistik pun perlu ditumbuhkan dengan lebih baik melalui pemanfaatan teknologi dan mendorong pertumbuhan UKM logistik di Indonesia," katanya.

3. Logisly beroperasi di Jawa hingga Lombok
Ke depan, imbuh Roolin, Logisly akan memperluas jangkauan ke seluruh Indonesia. Saat ini, layanan Roolin 40 persen lintas Jabodetabek, 30 persen di Jawa, dan sisanya di Sumatera dan Lombok.

"Logistik harus dioptimalkan, karena rata-rata barang yang kita beli itu cost-nya sangat tinggi. 80 persen volume kargo adalah truk, sementara truk di Indonesia gak efisien," kata Roolin.

4. Logisly menyediakan layanan one stop shop
Roolin mengatakan, selama ini shipper kerap tidak bisa mendapatkan transportir pada saat dibutuhkan. Dengan jejaring transportir Logisly yang selalu bertambah dan teknologi terkini, Logisly bukan hanya memastikan ketersediaan truk.

"Shipper bisa ke kami sebagai one stop shop untuk segala jenis muatan, mulai dari truk kecil seperti van atau engkel, sampai dengan truk trailer atau wingbox, atau pun tronton bak terbuka, flatbed atau reefer," jelasnya.

5. Sektor logistik diprediksi tumbuh 11,56 persen
Pada 2018, sektor yang bernilai 797,3 triliun rupiah ini mencatat pertumbuhan sebesar 8,4 persen dibandingkan 2017 yang bernilai 735,2 triliun rupiah. Sektor logistik diprediksi tumbuh sebesar 11,56 persen dari 797,3 triliun rupiah pada 2018 menjadi 889,4 triliun rupiah pada 2019 jika mengacu pada http://supplychainindonesia.com.

Menurut riset Indonesia Freight and Logistics Market-Growth, Trends, and Forecast (2019 - 2024) dari Mordor Intelligence, pertumbuhan revenue per tahun pada sektor logistik di Indonesia diprediksi mencapai 13-15 persen hingga 2024.

No comments:

Post a Comment