Thursday, September 12, 2019

Inilah Beberapa Jenis dan Makanan untuk Mencegah Kanker Darah

Kanker darah merupakan kondisi sel darah menjadi tidak normal dan ganas yang menyerang sumsum tulang belakang sebagai tempat produksi sela darah. Umumnya darah memiliki komponen dan fungsi, sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh, sel darah putih yang membuat antibodi dalam melawan infeksi, sel keping darah yang memiliki peran untuk membekukan darah saat terluka dan plasma darah yang membawa sel darah serta protein dan nutrisi ke seluruh tubuh. Jika terdapat kanker maka setiap komponen darah menjadi berlebihan dan membuat organ tubuh tidak berfungsi normal.

Makanan untuk Mencegah Kanker Darah

Berikut adalah jenis blood cancer diantaranya:

Leukemia merupakan kanker sel darah putih yang membuat sel darah putih tidak dapat melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh, hal ini membuat sumsum tulang belakang tidak lagi memproduksi sel darah merah yang mencukupi dan trombosit yang memasok kebutuhan tubuh. Leukimia terdiri dari akut dan kronis, jenis kronis jauh berbahaya dan lebih sulit untuk disembuhkan.
Limfoma merupakan kanker yang berada pada sistem limfatik, berhubungan dengan kelenjar getah bening pada seluruh tubuh dan sangat penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Terdiri atas dua jenis yaitu limfoma hodglkin yang merupakan tipe limfosit sel B tidak normal dan jarang terjadi, terdapat limfoma non hodgkin terjadi pada sel B dan sel T.
Myeloma merupakan kanker karena sel plasma menjadi ganas. Kanker ini akan menunjukkan tubuh tidak terkendali dan mencegah produksi antibodi secara normal yang membuat tubuh menjadi rentan terhadap infeksi.

Kanker darah jenis leukimia akan memberikan gejala awal anemia, darah susah membeku, nyeri pada persendian bagian belakang, berat badan dan nafsu makan menjadi menurun, keringat tubuh menjadi berlebihan dan rentan mengalami infeksi. Gejala limfoma berupa tonjolan pada bagian bawah kulit, demam dan menggigil, sesak napas, gatal yang terjadi pada seluruh tubuh, terdapat darah pada tinjau atau muntahan, haid dengan volume darah yang terlalu banyak, batuk dan merasakan nyeri tulang. Gejala myeloma adalah anemia, mengalami pendarahan dan memar, rentan terhadap infeksi, kaki menjadi bengkak, tulang mudah patah dan kerusakan ginjal.

Faktor resiko leukimia adalah adanya keturunan gangguan kekebalan tubuh, memiliki saudara kandung yang menderita leukimia, terkena paparan radiasi yang tinggi dan pernah melakukan transplantasi organ. Untuk faktor resiko limfoma adalah usia 60 tahun lebih, umumnya laki-laki dengan sistem kekebalan tubuh lemah karena HIV dan transplantasi organ, pernah menderita hepatitis C, herpes manusia, terkena bahan kimia yang membunuh serangga, memiliki riwayat penyakit limfoma sebelumnya dan memiliki kelebihan berat badan.

Berikut adalah makanan untuk penderita kanker:

Alpukat mengandung lemak dan mampu melawan Acute Myelogenous Leukimia dan terdapat kandungan lipid yang melawan sel induk dan menjaga sel yang masih sehat.
Daging ayam memiliki protein yang cukup tubuh.
Ikan mengandung protein tinggi dan omega 3 yang mengurangi resiko kanker dan untuk penderita untuk menurunkan potensi rasa mual.

Selain itu, makanan untuk mengecilkan resiko kanker darah adalah kedelai dan telur karena memiliki protein yang tinggi. Dapat mengonsumsi gandum dan bayam, bayam dapat dikonsumsi dengan cara dikukus. Kanker umumnya membuat tubuh kehilangan imun, sehingga susu membuat tubuh tidak kehilangan energi dan menjaga gizi yang masuk dalam tubuh tetap sama. Makanan-makanan ini dapat dikonsumsi oleh penderita maupun belum menderita penyakit ini karena dapat mengurangi dan mencegah potensi penyakit terjangkit dalam tubuh.

No comments:

Post a Comment